Sinergi Mahasiswa dan Warga: Strategi Kelompok 17 KKN UNUGIRI Angkat Potensi Ekonomi Desa Kedungrejo

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) tahun 2025 resmi dibuka di Desa Kedungrejo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (23/07/2025). Kelompok 17 yang ditempatkan di desa tersebut berjumlah 15 mahasiswa, terdiri dari 10 perempuan dan 5 laki-laki yang berasal dari berbagai program studi di UNUGIRI. Kegiatan KKN akan berlangsung selama 30 hari, mulai tanggal 23 Juli hingga 22 Agustus 2025. Koordinator Desa, M. Firdaus, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa dan masyarakat Desa Kedungrejo yang telah menerima mahasiswa UNUGIRI untuk melaksanakan pengabdian. “Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memberi kontribusi positif bagi masyarakat dan menjadi pengalaman berharga bagi kami sebagai mahasiswa,” ujarnya. Dalam sambutannya, DPL Ibu Siti Labiba Kusna, M.Pd menyampaikan bahwa KKN bukan hanya menjadi media mahasiswa untuk belajar langsung di tengah masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian nyata yang diharapkan mampu membawa dampak positif dan berkelanjutan bagi desa. Sementara itu, Kepala Desa Kedungrejo menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kehadiran mahasiswa UNUGIRI yang datang dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan. Mengusung tema besar “Strategi Penguatan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal dan Nilai-Nilai Ahlussunnah wal Jama’ah,” Kelompok 17 bertekad untuk membantu mengangkat potensi desa, terutama pada sektor ekonomi masyarakat. Salah satu fokus utama mereka adalah pemanfaatan hasil pertanian lokal, khususnya komoditas kedelai. Mengangkat Potensi yang Terlupakan Desa Kedungrejo dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil kedelai yang cukup melimpah. Namun, selama ini hasil panen kedelai dari para petani hanya dijual dalam bentuk mentah kepada tengkulak dengan harga yang rendah. Hal ini menyebabkan potensi besar tersebut belum mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga. Melihat kenyataan tersebut, mahasiswa KKN UNUGIRI melalui program KKN Pintar berinisiatif untuk mengolah kedelai menjadi produk siap jual yang memiliki nilai tambah lebih tinggi di pasaran. Salah satu produk unggulan yang sedang dikembangkan bersama warga adalah susu kedelai. “Banyak warga yang belum menyadari bahwa kedelai yang mereka panen bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Kami ingin membantu membuka wawasan sekaligus membimbing secara teknis, dari proses produksi hingga pemasaran,” ujar M Firdaus, Koordinator Kelompok 17. Pelatihan Produksi hingga Pemasaran Program ini tidak hanya sebatas ide. Mahasiswa juga telah menyusun pelatihan terpadu untuk warga, terutama ibu-ibu PKK dan pemuda desa, yang mencakup tahap pembuatan susu kedelai, standar sanitasi, pengemasan menarik, hingga strategi pemasaran digital sederhana. Selain itu, dilakukan pula pelatihan branding produk agar produk susu kedelai dari Kedungrejo mampu bersaing di pasar lokal bahkan regional. Dengan harga jual yang jauh lebih tinggi dibandingkan kedelai mentah, diharapkan usaha ini mampu menjadi sumber pendapatan alternatif bagi keluarga petani maupun ibu rumah tangga di desa. Mahasiswa juga berencana membuat label produk khas desa Kedungrejo agar produk susu kedelai ini punya identitas yang kuat. “Harapannya setelah KKN berakhir, warga bisa terus menjalankan usaha ini secara mandiri. Kami juga tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa toko oleh-oleh dan koperasi untuk menyalurkan produk ini ke pasar,” tambah Firdaus.

Komentar